Laman

Selasa, 08 Januari 2013

Berkembangnya Bahasa Jerman di Indonesia

Sejak zaman orde baru banyak mahasiswa Indonesia yang menimba ilmua di berbagai universitas di Jerman. Tentu saja mereka menggunakan bahasa Jerman selama hidup di negara tersebut. Banyak alumni Jerman yang ikut mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara Indonesia. Perlu diingat bahwa Industri  Pesawat Terbang Nortanio (IPTN) merupakan industri pesawat terbang pertama di Indonesia yang diprakarsai oleh alumni Jerman,  yaitu Prof. Dr. Ir. B. J. Habibie. Perkembangan Bahasa Jerman di Indonesia, selain dibawa oleh para alumni Jerman, namun juga terdapat interes bagi negara Jerman untuk mengembangkan bahasanya di Indonesia. Komitmen negara Jerman untuk mengembangkan Bahasa Jerman di Indonesia diwujudkan dengan mendirikan lembaga Bahasa Jerman yang dikenal sebagai Goethe Institut. Nama ini diambil dari seorang pengarang Jerman terkenal  yaitu Johan Wolfgang Goethe. Pada mulanya Goethe Institut ini didirikan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Selain itu pemerintah Jerman juga memperkuat kerja samanya terutama di dalam bidang pendidikan dengan mendirikan lembaga Deutscher Akademischer Austausch-Dient (DAAD, Germany Student Exchange) yang berada di Jakarta.
Pemberian beasiswa terhadap mahasiswa Indonesia yang berprestasi dilakukan secara rutin setiap tahun oleh DAAD. Komitmen DAAD untuk mengembangkan Bahasa Jerman ini dilakukan dengan memberikan pembekalan berbahasa Jerman bagi setiap Stipendat yang akan belajar di universitas di Jerman. Kecenderungan penggunaan Bahasa Jerman oleh masyarakat Indonesia, semakin hari mengalami peningkatan. Beberapa ahli dari Jerman didatangkan ke Indonesia sebagai konsultan. Selain mereka dapat berbahasa Inggris, namun akan lebih senang bila mereka disentuh dengan bahasa ibunya, yaitu Bahasa Jerman. Produk import yang berasal dari Jerman relatif banyak, terutama di bidang permesinan. Di dalam manual terdapat petunjuk yang biasa ditulis dalam bahas Jerman. Pemahaman yang keliru terhadap peralatan atau nota kontrak maupun kerja sama lainnya yang ditulis dalam Bahasa Jerman akan menimbulkan konsekuensi material yang harus diperhitungkan. Oleh karena itu, Indonesia perlu mempelajari Bahasa Jerman karena Bahasa Jerman  merupakan alat komunikasi.
Selain di Indonesia, di dalam Bahasa Jerman pun terdapat Dialek Bahasa Jerman. Bahasa Jerman merupakan salah satu anggota bahasa Germanik Barat. Bahasa ini digunakan sebagai bahasa pengantar di wilayah Eropa Tengah. Bahasa Jerman merupakan bahas yang cukup luas dipertuturkan di benua Eropa. Bahkan bahasa ini pernah sebagai bahasa pengantar antarbangsa yang cukup penting hingga awal abad ke-20. Walaupun saat ini bahasa Jerman tidak lagi digunakan sebagai bahasa pengantar antarbangsa, namun bahasa ini cukup menarik untuk dipelajari terutama disebabkan oleh banyaknya karya sastra yang ditulis di dalam Bahasa Jerman. Bagi negara berkembang juga bermanfaat untuk mempelajari teknologi maupun ilmu pengetahuan yang berkembang di Jerman untuk diadopsi atau diadaptasi di negara yang bersangkutan.

0 komentar:

Poskan Komentar